Konservasi

KonservasiPengenalan Jenis TumbuhanPengkayaan TanamanRumah Flora

Konservasi

Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Kawasan Taman Hutan Raya (tahura) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan atau bukan jenis asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

Suatu kawasan ditetapkan sebagai Kawasan Taman Hutan Raya, apabila telah memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Memiliki keindahan alam dan/atau gejala alam;
  2. Mempunyai luas wilayah yang memungkinkan untuk pengembangan koleksi tumbuhan dan/atau satwa;
  3. Merupakan wilayah dengan ciri khas baik asli maupun buatan, pada wilayah yang ekosistemnya masih utuh ataupun wilayah yang ekosistemnya sudah berubah.

Dengan adanya konservasi yang dilakukan oleh Tahura Ir. H. Djuanda, maka beberapa manfaat dapat dirasakan oleh lingkungan sekitarnya, antara lain :

  1. Meningkatnya jumlah simpanan air tanah.
  2. Terpeliharanya keanekaragaman hayati.

Pengenalan Jenis Tumbuhan

Semua Kehidupan di bumi tergantung dari tumbuhan. Manusia makan banyak jenis-jenis tumbuhan, sebagian besar hewan yang ada di bumi ini juga makan tumbuhan, baik langsung maupun tidak langsung. Tumbuhan sendiri dapat membuat makanannya sendiri, yaitu melalui proses fotosintesis (memasak di daun). Dengan menggunakan udara dan tenaga sinar matahari tumbuhan menghasilkan gula yang kemudian disimpannya dalam berbagai tempat, seperti di daun, batang , akar, buah, dll.

Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan hutan alam sekunder dan hutan tanaman yang mempunyai potensi flora cukup variatif, terdiri dari tumbuhan tinggi dan tumbuhan rendah. Untuk tumbuhan tinggi didominasi oleh jenis pinus sedangkan untuk tumbuhan rendah didominasi oleh lumut dan pakis sehingga berfungsi sebagai laboratorium alam (arboretum). Hutan Tanaman mulai dikembangkan tahun 1950-an namun karena tumbuh pada lahan berbatu diametemya relatif kecil dan pada tahun 1963 ditanam jenis tumbuhan kayu asing berasal dari luar daerah dan luar negeri dilahan seluas 30 Ha yang terletak di sekitar Plaza dan Gua Jepang.

Hutan di kawasan ini merupakan vegetasi campuran yang terdiri dari 40 famili, 112 species diantaranya berasal dari luar negeri seperti pohon sosis (kegelia aethiopica) dari afrika, Mahoni Uganda (khaya anthoteca) dari Afrika barat, Pinus Meksiko (pinus montecumae) berasal dari Meksiko, cengal pasir (hopea odorata) dari Burma, Cedar Hondura (cedrela maxicum m roem) dari Afrika Tengah dan lain sebagainya, sedangkan yang berasal dari dalam negeri diantaranya : Pinus (pinus merkusi jung), Bayur Sulawesi (pterospermum celebicum) dari Sulawesi, Kayu manis (cinnamonum burmanii) dari daerah Jawa Barat, Damar (agathis damara) dari Maluku, Cemara Sumatera (casuarina sumatrana) dari Sumatra, dan lain-lain.

Bagian-bagian Tumbuhan

Beberapa bagian tumbuhan yang dapat dilihat (kasat mata) adalah akar, batang dan daun. Bagian lain yang pada waktu tertentu dapat dilihat adalah bunga dan buah yang teramat penting bagi tumbuhan yaitu memberikan makanan kepada tumbuhan. Bulu akar yang kecil dan bersel tunggal mengumpulkan air dan garam mineral dari tanah dan mengangkutnya ke akar. Dari akarlah zat-zat tersebut dikirimkan dan dibagi-bagikan ke seluruh bagian tumbuhan.

Bentuk akar bermacam-macam terdiri atas bagian:

  1. Akar Banir
  2. Menjalar Kempas (Koompassia excelsa)
  3. Segitiga Nyantoh (Palaquium), Meranti (Shores)
  4. Banir Terbang Kenari (Canarium)
  5. Akar Jangkang : Kenari ( Pandanus)
  6. Akar Tunjang : Bakau (Rhizophora)
  7. Akar Lutut : Bakau (Bruguiera)
  8. Akar Pasak : Pedada (Sonneratia caseolaris)
  9. Akar Gantung : Beringin (Ficus elastika)

Batang merupakan salah satu indikator dalam pembagian cialis 5 mg au meilleur prix jenis tumbuhan berbunga. Dengan cara demikian tumbuhan dikelompokan menjadi pohon, perdu dan terra. Pohon dan perdu mempunyai batang berkayu, kuat dan permanen yang tahan selama hidup tumbuhan. Terna adalah tumbuhan berbatang empuk, berair dan pada waktu-waktu tertentu mati serta berganti dengan batang baru yang tumbuhan dari akar. Contoh tumbuhan terna adalah ubi jalar.

Tumbuhan dapat dikenali melalui bentuk fisik batangnya. Berikut adalah beberapa ciri batang yang dapat digunakan untuk mengenali tumbuhan :

  1. Licin : Kempas (Kompassia excelsa)
  2. Berduri : Kapuk (Ceiba pentandra), Dada
  3. Berdamar : Dipterocarpaceae
  4. Beralur : Pines
  5. Berwarna hitam : Eboni (Diospyros celebica)
  6. Percabangan khas : ketapang (Terminalia catappa)
  7. Bergetah :

7.1. Putih

  • Jelutung (Famili Apocynaceae)
  • Nangka (Famili Moraceae)
  • Karet (Famili Euphorbiaceae)
  • Nyatoh (Palaquium Famili Sapotaceae)

7.2. Merah

  • Pala (Famili Myristicaceae)
  • Angsana (Pterocarpus indicis)
  1. Kuning : Manggis (Garcinia mangostana Famili Clusiaceae)
  2. Hitam : Mangga-manggaan (Famili Anacardiaceae umumnya beracun)
  3. Benjol-benjol : Burahol (Sterocarpus burahol)
  4. Bopeng-bopeng : Agathis Merbau (Intsia bijuga)
  5. Tidak Bercabang : Palem (Famili Arecaceae), Bambu (Poaceae)
  6. Memanjat : Rotan (Clamus), Pohon Tarzan (Entada phaseoloides)
  7. Berdesis bila dilukai : Sempur (Dillenia)

Daun merupakan pabrik kecil yang memberi makan tumbuhan melalui sistem remit yang disebut fotosintesis. Bentuk daun bermacam-macam, yang didasarkan pada komposisi daun, tata daun, bentuk daun, wama, aroma dan sifat lainnya, seperti pola pertulangan daun.

Berikut beberapa bentuk dari daun

  1. Komposisi Daun
  2. Daun Tunggal : satu helai setiap tangkai misalnya daun Mangga, Jati, Nangka , dll.
  3. Daun Majemuk : lebih dari satu helai, dan helainya disebut anak daun (Leaflet) misalnya daun legum  (Famili  Fabaceae), Mahoni (Famili Meliaceae), Rambutan (Famili Sapindaceae).
  4. Tata daun
  5. Berseling : misalnya Nangka, Flamboyan, Kembang sepatu.
  6. Berseling atau bidang : misalnya Eboni (Diospyros)
  7. Berhadapan : misalnya Jati, Kopi, Soka
  8. Berlingkar : misalnya Pulai, Jelutung

3. Bentuk daun

  1. Pita dan bergaris : tumbuhan monokotil (Jagung, Rumput)
  2. Jarum Pinus (Pinus merkusii)
  3. Sisik : Cemara , Araukaria
  4. Bulat : Teratai (Victoria amazonica)
  5. Bulat telur   Nangka (Arthocarpus heterophyllus)
  6. Oblong : Eboni, Mangga
  7. Segitiga : Tabat Barito (Ficus deltoidea)
  8. Jantung : Sirih (Piperbatle) Jugs perlu diamati bentuk dari tepi, pangkal dan ujung daun
  9. Warna daun
  10. Coklat keperakan (bawah) Bayer, Sawo, Durian
  11. Abu-abu keperakan : Saninten (Castonopsis)
  12. Aroma daun
  13. Harem hangat : Ekaliptus, Kayu putih, Rasamala
  14. Bau resin : Kampen, Pinus, Mangga, Kenari
  15. Pertulangan
  16. Bentuk tangga : Meranti (Shorea)
  17. Pertulangan tepi daun : Jambujambuan (Famili Myrtaceae)
  18. Permukaan helaian
  19. Berbulu : Jati (Tectona grandis)
  20. Bergelombang Kesambi (Schleichera oleosa)
  21. Rata : Meranti (Shorea pinanga)
  22. Daun penumpu (Stipule)
  23. Mudah rontok : Nangka (Ficus Famili Moraceae)
  24. Tidak rontok : Shorea (Meranti)
  • Ukuran besar, merah Shorea stenoptera
  • Ukuran besar, merah, rontok : Ficus elastics

9. Daun semu : Modia (tangkai dawn yang berkembang)

  • Acacia mangium (Mangium)
  • Acacia auriculiformis(Akor)

Bunga merupakan bagian dari tumbuhan, sekaligus menjadi salah satu alat berkembang biak tumbuhan. Bunga dapat dikenali dengan melihat ciri yang didasarkan pada:

1. Komposisi

  1. Tunggal Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
  2. Majemuk Legum (Famili Fabaceae), Famili Sapindaceae, Famili racaceae, Famili Anacardiceae.
  3. Tata Bunga
  4. Terminal (di ujung ranting) Bungur (Lagerstroemia)
  5. Lateral/axillary (di ketiak daun) Kembang sepatu
  6. Dibatang/cabang besar : Burahol (Stelechocarpus burahol)
  7. Frekuensi
  8. Hanya sekali (monocarpic) : Sagu (Metroxylon sagu)
  9. Beberapa kali : banyak jenis
  10. Warna daun mahkota dan kelopak
  11. Merah : Flamboyan (Delonix regia), Dadap
  12. Putih : Teratai, Melati, Bakung
  13. Merah jambu : Teratai
  14. Kuning : Kembang merak, Saraca
  15. Parasit: Bunga Patma : Rafflesia
  16. Ukuran besar : Bunga Bangkai (Amorpophalus titanium)

Buah adalah salah satu dari hasil fotosintesis yang disimpan sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan. Buah juga menjadi salah satu bagian untuk penggolongan tumbuhan. Berikut penggolongan tumbuhan berdasarkan ciri buahnya :

  1. Berbiji telanjang : Pinus dan Agathis dammara
  2. Berbiji tertutup : Sub divisi Angiospermae
  3. Buah tunggal
  4. Buah majemuk : Sirsak (Annona muricata))
  5. Buah semu : Jambu mete (Anacardium occidentale), Beringin (Ficus benjamina)
  6. Buah vivipary : Bakau (Rhizophora mucronata)
  7. Buah berpasangan: Jelutung (Dyers cosculata Famili Apocynaceae)
  8. Ketinggian berbuah semakin rendah : Aren (Arenga pinata)
  9. Biji beralirius merah : Pala (Myristieri fragrans)
  10. Berambut : Rambutan (Nephelium lappaceum), Gelinggem (Bixa orellana)
  11. Berduri : Durian (D urio z7bethinus)
  12. Berlapis : Sempur (Dillenia philippk7ensia)
  13. Berlapir : Sindur (Sindora bruggemanii)

as

Pengkayaan Tanaman

Kelestarian ekosistem hutan di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan hal yang sangat penting dan perlu dijaga dan dipelihara agar interaksi antar unsur-unsur hayati dan non hayati yang dikandungnya dapat berlangsung dengan baik serta dapat mendukung fungsinya.

Bagian kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang mengalami kerusakan atau terdegradasi karena bencana alam atau karena sebab-sebab lainnya, perlu dilakukan tindakan rehabilitasi secara terpadu dan berkesinambungan agar diperoleh manfaat dari fungsi kawasan Taman Hutan Raya sebagai penyangga kehidupan.

Upaya rehabilitasi hutan dengan pengkayaan tanaman hutan di kawasan T Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dimaksudkan untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi ekosistem hutan sehingga daya dukung, produktivitas, dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga dan peranannya sebagai habitat tempat tumbuh jenis tumbuhan dan satwa serta seluruh komponen ekosistem hutan dalam mendukung sistem penyangga kehidupan. Tujuan pengkayaan tanaman di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah memperbaiki hutan beserta ekosistemnya yang sudah rusak agar berfungsi dengan baik dan mendekati ekosistem alaminya dan memperkaya jenis-jenis tanaman yang ada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

Pelaksanaan pengkayaan tanaman dilakukan pada areal yang terbuka atau disela-sela pohon yang sudah ada dimana kerapatan tegakan pohonnya jarang ditanami dengan jenis tanaman prioritas khas Jawa Barat atau tanaman lainnya baik lokal maupun hasil eksplorasi tanaman dari daerah lain.

1 2 3

Rumah Flora

4

Rumah Flora yaitu suatu bangunan khusus yang dipersiapkan untuk menyimpan/mengkoleksi tumbuh-tumbuhan. Saat ini Rumah Flora yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diperuntukan untuk pengembangan dan pembudidayaan serta mengkoleksi jenis-jenis anggrek diantaranya: Oncidium, Spathoglottis, Vanda, Phalaenopsis, Dendrobium, Cattle dan koleksi anggrek lainnya.

5

BERITA TERBARU
Acara THR.Ir.H.Djuanda, Labo KRETA HERBSAYS, Bandung Sketcwalk.
PIKNIK DI HUTAN Dengan mengangkat tema “Berpiknik Bergembira Bersama” dan “Merayakan Toleransi Keb......


PIC_0669
TAHURA Trail Running Race 2017 23 Januari 2017 Tahura Trail Running Race 2017 event tahunan lari marathon diselenggarakan oleh Indo......


Tahura Tahun Baru
Selamat Tahun Baru 2017     Segenap Pimpinan & Staff Tahura Ir. H. Djuanda mengucapkan…. ” SELAMAT......


IMG_20161228_105405
Penanaman Pohon Obat Tradisional Berdasarkan kenyataan hingga sekarang sumber simplisia nabati sebagian masih diperoleh dengan meneb......


FB_IMG_1482452094333
Festival Cikapundung Festival ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki kawasan sungai Cikapundung agar tidak terc......


'