Pemanfaatan

Jasa LingkunganPendidikanWisata

Jasa Lingkungan

Indonesia dikarunia oleh Tuhan kekayaan alam yang sangat berlimpah, antara lain:

  1. Hutan Tropika,
  2. Kekayaan Laut,
  3. Kekayaan Bahan Tarnbang,
  4. Tempat-tempat yang indah untuk pengembangan pariwisata.

Selain itu Indonesia juga telah memiliki berbagai sumber daya buatan yang merupakan hasil pembangunan yang harus dipelihara. Semua bentuk dan jenis sumber daya yang berada di alam tersebut, harus kita pelihara dan kelola dengan baik untuk kesejahteraan manusia.

Beberapa prinsip dalam Pemeliharaan dan Pengelolaan Alam :

  1. Gunakan sumber daya alam sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.
  2. Memperbanyak air hujan yang masuk ke dalam tanah dan memperkecil aliran permukaan.
  3. Memperkecil kecepatan aliran permukaan.
  4. Hindari pencemaran lingkungan.

Gerakan Melindungi Hutan

Peran pokok hutan adalah memberikan perlindungan terhadap bencana alam, mengatur air tanah, mencegah dan mengurangi terjadinya erosi, memelihara sumber-sumber genetik, kebutuhan manusia dan sering kali berperan sebagai tempat wisata bagi manusia. Peran tersebut dapat dibedakan menjadi peran ekologi, sosial dan ekonomi.

Hutan berfungsi ekonomi memberikan manfaat kayu dan hasil hutan lainnya seperti ratan, daun, bambu, jasa wisata dan lain-lainnya. Peran sosial hutan harus mampu mendorong tercipta kesempatan kerja dan berusaha, meningkatkan pendapatan masyarakat serta mampu mengatasi masalah keterbatasan lahan pertanian. Sementara itu peran ekologi hutan adalah dapat menjaga lingkungan terhadap bahaya banjir, longsor, pemanasan global, pengaturan tata air dan terhadap bencana alam lainnya.

Bersamaan dengan itu tidak jarang juga disamping beranekaragam peran yang dapat saja yang cocok yang satu dengan yang lain, mungkin juga terjadi pertentangan di antara berbagai peran hutan tadi. Oleh karena itu harus ditetapkan prioritasnya dan diusahakan untuk mencari jalan untuk pengelolaan hutan tersebut sedemikian rupa, sehingga hutan dapat memenuhi kebutuhan manusia sejauh mungkin tanpa memberatkan maupun membahayakan hutan itu sendiri.

Manfaat Ekologis

Kehadiran hutan memberikan manfaat yang penting, yang menjadi penentu bagi perlindungan ruang hidup manusia. Satu diantaranya adalah berkaitan dengan air dan daur hidrologis. Di daerah-daerah dengan curah hujan yang tinggi, sebagian hujan ditangkap oleh tajuk dan dahan pepohonan tanpa menyentuh tanah. Air ini menguap dengan cepat dan kembali ke daur hidrologisnya. Sebagian lagi dikembalikan ke atmosfer melalui penguapan (transpirasi) oleh tumbuh-tumbuhan.

Setelah tersimpan beberapa lama di dalam tanah, barulah sebagian air hujan mencapai sungai-sungai. Pada musim kemarau tanah hutan terus menerus menyediakan air sehingga sungai-sungai yang berhulu di hutan dapat selalu memenuhi fungsi transportasi dan irigasi selama musim kemarau.

Hutan-hutan tropis memegang peran penting dalam mempertahankan pola-pola iklim di dunia. Di wilayah Asia Tenggara, hutan-hutan di Indonesia memegang kedudukan kunci bagi iklim di Asia Tenggara. Sampai hari ini, pola dan irama hidup lebih kurang 80% rakyat di Indonesia yang hidup dari pertanian, masih bergantung pada musim hujan yang aimya mengisi sungai dan menjadi sumber air tanah dari tahun ke tahun. Peran hutan-hutan amat penting dalam proses ini.

Manfaat Ekonomis

Manfaat ekonomis hutan adalah sebagi penyedia kebutuhan manusia baik kayu maupun hasil hutan lainnya (rotan, getah, bambu, dawn, biji dan lain sebagainya). Kenyataannya adalah bahwa biomassa tumbuhan dan juga kayu merupakan bentuk energi matahari tersimpan yang dapat diperbaharui. Beberapa bentuk pemungutan kayu dan hasil hutan lainnya tersebut adalah bentuk kegiatan yang tertua yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia yang bertempat tinggal di sekitar hutan.

Penggunaan hasil hutan oleh sebagian besar masyarakat di sekitar hutan adalah untuk memenuhi kebutuhan mulai dari tempat tinggal, pangan sampai obat-obatan. Oleh sebab itu kehidupan mereka dapat berlangsung lestari dengan mengandalkan keberadaan sumber-sumber hasil hutan. Bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan, hutan memiliki arti penting dan nilai kehidupan tinggi. Hutan secara kultural tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Manfaat Sosial

Kesempatan kerja dan peluang berusaha penduduk di sekitar hutan cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan sumber daya alam dan cukup banyaknya kegiatan pengusahaan hutan. Peluang berusaha didapatkan dari pengambilan hasil hutan seperti berladang dan perkebunan, penebangan kayu dan lain-lain. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan adalah dengan cara rehabilitasi hutan. Rehabilitasi hutan adalah upaya untuk memulihkan kembali/ mempertahankan kondisi/ meningkatkan produktivitas lahan hutan dengan cara menanam pohon-pohon agar dapat berfungsi secara optimal sebagai unsur produksi, pengaturan air serta sebagai perlindungan alam lingkungan. Kegiatan Rehabilitasi Hutan dapat meningkatkan fungsi ekonomis, ekologis dan sosial ekonomi sehingga sektor-sektor kehidupan dan kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi.

Rehabilitasi hutan merupakan program yang sangat mendesak untuk dilakukan karena angka degradasi hutan Indonesia sudah pada ambang yang sangat mengkhawatirkan sebagai fungsi penyangga kehidupan manusia.

Program penyelamatan hutan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah adalah Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL). Lokasi sasaran rehabilitasi hutan diprioritaskan di hutan lindung, hutan konservasi dan hutan produksi. Jenis-jenis tanaman rehabilitasi hutan meliputi 70% tanaman pokok kehutanan dan 30 % tanaman serba guna.

Tanaman pokok kehutanan untuk kegiatan rehabilitasi hutan disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tumbuh yang cocok, beberapa tanaman tersebut antara lain : Akacia, Cendana, Damar, Ekaliptus, Jabon, Jati, Mahoni, Meranti, Pinus, Sengon, Sungkai.

Sedangkan tanaman serba guna, selain disesuaikan dengan lingkungan tempat tumbuh, juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa sekitar hutan yang direhabilitasi. Tanaman serba guna dapat ditanam di dekat perkampungan/daerah penyangga yang dekat dengan kawasan hutan, sepanjang batas kawasan hutan, sepanjang tepi jalan yang berada di kawasan hutan, atau ditanam berkelompok.

Beberapa tanaman serba guna dapat dikelompokkan menjadi :

  • Kelompok Pangan : Aren, Lontar, Sukun, Pucung.
  • Kelompok Buah-buahan : Asem, Durian, Jengkol, Duku, Jambu Mete, Kemiri, Melinjo, Matoa, Nangka, Petai, Kapuk, Cempedak, Lerak, Lengkeng, Pala, Mangga.

Tahapan kegiatan rehabilitasi hutan meliputi :

  • Kegiatan Persiapan : pembuatan jalan pemerikasaan, pembagian blok/petak, pembersihan lahan, penentuan arah tarikan dan pemasangan ajir, pembuatan piringan dan lubang tanam, pembuatan papan nama dan gubuk kerja.
  • Kegiatan Pembibitan : pemilihan lokasi persemaian, pembuatan bibit, pemeliharaan bibit, seleksi bibit untuk ditanam.
  • Kegiatan Penanaman mendistribusikan bibit ke lubang tanam, penanaman bibit, pemeliharaan dan pengamanan tanaman.

Komponen Hutan

  • Lapisan teratas (emegergent layer) terdiri dari pohon-pohon yang tingginya mencapai lebih dari 80 m, tumbuh menjulang tinggi dan tidak saling bersentuhan.
  • Lapisan Kanopi (canopy layer) terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian 30-40 m dengan tajuk beraturan, rapat dan saling bersentuhan sehingga menaungi tanaman yang ada di bawahnya.
  • Lapisan bagian bawah kanopi (subcanopy layer) terdiri dari pohon yang memiliki tinggi 18-40 m dan biasanya pohon pada lapisan ini memiliki sifat tahan terhadap naungan.
  • Lapisan semak (shrub layer) terdiri atas pohon yang lebih rendah dengan cabang banyak dan sangat rapat.
  • Lapisan herbs (herb layer) tumbuh dekat tanah seperti bunga, rumput, dan lain-lain.
  • Lapisan lantai hutan (floor layer) yang terdiri dari tumbuh¬-tumbuhan penutup tanah dengan tinggi 0-1 m.

Komponen tanaman dan fungsi-fungsinya

  • Akar pohon berfungsi menyerap mineral dan air yang dibutuhkan oleh tumbuhan dari tanah.
  • Batang pohon berfungsi menjulangkan dawn ke udara untuk menangkap sinar matahari sehingga dapat melakukan fotosintesis dan untuk proses pengangkutan unsur hara dan air.
  • Daun berfungsi untuk menjalankan proses fotosintesis.
  • Bunga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan pada tanaman.

 

 

Pendidikan

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda juga berfungsi sebagai sarana pendidikan alam bagi sekolah – sekolah di daerah sekitar Bandung khususnya, sehingga para siswa mengerti dan faham akan pentingnya keanekaragaman hayati untuk proses kehidupan yang seimbang.

Pengertian dan Faktor-faktor Penyebab Keanekaragaman Hayati

  1. Hutan merupakan habitat alami bagi beranekaragam jenis tumbuhan, dari yang kecil hingga yang berukuran raksasa, dari yang berbentuk semak hingga pohon besar serta dari yang sudah banyak diketahui hingga tanaman yang sangat langka.
  2. Variasi bentuk, ukuran, penampakan dan sifat lainnya inilah yang disebut dengan keanekaragaman hayati (biodiversity).

Keanekaragaman hayati dapat terjadi karena faktor :

  1. Genetik yaitu sifat yang diturunkan oleh induk (orangtua).
  2. Perbedaan spesies atau jenis. Ada kurang lebih 5 juta spesies makhluk hidup di dunia, ada jenis ikan, jenis burung, jenis tumbuhan paku-pakuan, lumut, jamur dan sebagainya,
  3. Perbedaan ekosistem. Ekosistem adalah tempat dimana komponen biotik dan abiotik saling berinteraksi sehingga tercipta hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Ada bermacam-macam ekosistem di dunia, di darat misalnya ada ekosistem hutan, ekosistem pegunungan, ekosistem sawah, ekosistem ladang dan sebagainya. Perbedaan ekosistem tentu saja akan menyebabkan perbedaan pola hidup individu di dalamnya.

Akibat Berkurangnya Keanekaragaman Hayati :

  1. Punahnya salah satu spesies penyusun ekosistem dapat menyebabkan gangguan terhadap kehidupan di dalam ekosistem tersebut.
  2. Kepunahan satu spesies dengan sendirinya akan mengurangi keanekaragaman hayati yang ada di alam.

Faktor Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati:

  1. Ulah manusia yang menyebabkan kebakaran hutan, penebangan kayu yang berlebihan, pembukaan lahan untuk areal pemukiman dan pencemaran lingkungan.
  2. Bencana alam.

Alasan Perlunya Menjaga Kelestarian Keanekaragaman Hayati:

  1. Untuk mewariskan keanekaragaman hayati itu kepada anak cucu kita,
  2. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem

 

 

Wisata

Hutan wisata merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat di manfaatkan masyarakat sekitar dalam segi ekonomis, ekologis, kesejahteraan dan sumber kehidupan bagi manusia dan mahkluk hidup lainnya, yang harus kita bina dan kita jaga kelestariannya, untuk kelangsungan hidup dan keseimbangan alam ini.

Dalam pelaksanaannya diharapkan kepada semua masyarakat untuk menjaga, melestarikan dan memanfaatkan hutan secara arif dan bijaksana demi kelangsungan hidup dari sekarang dan yang akan datang, karena dengan lestarinya alam maka akan terjaga pula ekosistem di dalamnya.

 

BERITA TERBARU
Acara THR.Ir.H.Djuanda, Labo KRETA HERBSAYS, Bandung Sketcwalk.
PIKNIK DI HUTAN Dengan mengangkat tema “Berpiknik Bergembira Bersama” dan “Merayakan Toleransi Keb......


PIC_0669
TAHURA Trail Running Race 2017 23 Januari 2017 Tahura Trail Running Race 2017 event tahunan lari marathon diselenggarakan oleh Indo......


Tahura Tahun Baru
Selamat Tahun Baru 2017     Segenap Pimpinan & Staff Tahura Ir. H. Djuanda mengucapkan…. ” SELAMAT......


IMG_20161228_105405
Penanaman Pohon Obat Tradisional Berdasarkan kenyataan hingga sekarang sumber simplisia nabati sebagian masih diperoleh dengan meneb......


FB_IMG_1482452094333
Festival Cikapundung Festival ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki kawasan sungai Cikapundung agar tidak terc......


'