Jejak Sejarah Tahura

professional-engineer-work-to-maintenance-of-photo

Jejak Sejarah Tahura

Kawasan Tahura Djuanda memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial hingga kini, melalui berbagai tahap pembangunan, penetapan status, dan perubahan pengelolaan. Dari pembangunan terowongan bersejarah, peresmian sebagai kawasan konservasi, hingga penetapan luas definitif, seluruh proses ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga, melestarikan, dan memanfaatkan hutan raya secara lestari bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.

Jejak Sejarah Tahura

Perjalanan Waktu Tahura Djuanda

1918

Pembangunan Terowongan Air (Gua Belanda).

01

1942

Pembangunan Gua Jepang.

02

1963 (23 Agustus)

Diresmikan sebagai Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda dengan luas awal 30 Ha.

03

1978

Pengelolaan diserahkan kepada Unit III Perum Perhutani Jawa Barat.

04

1980 (6 Agustus)

Status berubah menjadi Taman Wisata Alam (luas 590 Ha) berdasarkan SK Menteri Pertanian.

05

1984 (12 November)

Berubah menjadi Arboretum Nasional dengan nama Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Keputusan Menteri Kehutanan).

06

1985 (14 Januari)

Ditetapkan sebagai TAHURA Ir. H. Djuanda melalui Kepres 3/1985 (590 Ha) dikelola oleh Perum Perhutani.

07

2003 (24 Maret)

Pengelolaan diserahkan dari Perum Perhutani ke Pemprov Jabar c.q. Balai Pengelolaan TAHURA Ir. H. Djuanda (UPTD Dinas Kehutanan Jawa Barat).

08

2014 (30 September)

Penegasan pelaksanaan perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari Tahura lintas daerah kabupaten/kota, dengan pendelegasian pengelolaan ke Pemda Prov. Jawa Barat.

09

2016 (31 Oktober)

Luas Tahura Ir. H. Djuanda ditetapkan secara definitif menjadi 528,39 Ha berdasarkan Kepmen LHK SK.5998/MenLHK-PKTL/KUH/PLA.2/10/2016.

10

Sejarah | Tahura Ir. H. Djuanda